Pada mulanya kerajinan ini dibawa oleh orang-orang Bugis dari Sulawesi yang tinggal di pesisir Sungai Mahakam (sekarang Samarinda Seberang). Di setiap pemukiman Suku Bugis dapat ditemukn pengrajin Sarung Samarinda.
Alat Tenung yang digunakan para pengrajin masih tradisional yang disebut Gedokan atau Alat Tenung Bukan Mesin (ATBM). Setiap satu sarung dperlukan 2-3 hari untuk membuatnya.